|
Panduan DISCOVER 23
APAKAH DAN DI MANAKAH NERAKA ITU?
Penembakan tanpa belas kasihan terjadi saat seorang pelajar berjalan masuk
ke sekolahnya dan membunuh beberapa orang teman sekelasnya. Seorang karyawan
yang tidak puas karena baru saja dipecat dari pekerjaan, memasuki ruang bekas
atasannya dan menembaknya. Seorang ibu mendorong mobilnya ke dalam danau dengan
kedua putrinya yang berada di dalam mobil dan menenggelamkan mereka. Setidaknya
di dua benua ada ribuan orang telah dibantai dalam pembersihan etnis. Pertikaian
berabad-abad antara dua atau lebih kelompok etnis menjadi penyebabnya. Laki-laki,
wanita, anak-anak maupun bayi-bayi ditembak, dibantai, dibunuh dan diperkosa.
Menghukum kejahatan-kejahatan biadab ini dengan hukuman mati, sekalipun untuk
pembunuh berdarah dingin, dikutuk oleh banyak orang. Banyak kelompok anti hukuman
mati memprotes keras, dan menyebut hukuman ini sebagai tatacara kafir yang tidak
berperikemanusiaan. Mereka bertanya, apakah para pembunuh ini tidak berhak memperoleh
pengampunan? Jadi, apakah cara paling manusiawi untuk menghukum para pelaku
kejahatan ini? Kursi listrik? Beberapa orang berpendapat bahwa suntikan dengan
obat mematikan adalah cara yang paling tidak menyakitkan. Yang lain berpendapat
nyawa akan berakhir lebih cepat dengan cara digantung. Tetapi dalam suatu debat
yang hebat tentang hukuman mati, ada satu pilihan yang tidak dipikirkan semuanya.
Tidak ada yang menyarankan bahwa para pembunuh berdarah dingin itu, yang telah
membunuh orang lain dengan kejam, membayar dengan penyiksaan fisik dengan cara
disiksa sampai mati. Tidak ada seorangpun yang misalnya menyarankan bahwa para
pembunuh ini harus dibakar perlahan sampai meninggal. Tetapi banyak orang Kristen
menganggap bahwa Bapa surgawi akan melakukan lebih buruk dari itu. Para pemberontak,
dan orang-orang jahat akan dianiaya untuk membayar dosa-dosa mereka. Dan mereka
menggambarkan tempat pelaksanaan hukuman itu sebagai tempat penganiayaan yang
tak berakhir. Tetapi apa sesungguhnya yang terjadi kepada orang-orang jahat?
Bagaimana nasib mereka menurut kasih dan keadilan Allah? Mari kita melihat jawabannya
di dalam Alkitab.
1. KEPEDIHAN HATI YESUS
Selama 6000 tahun Tuhan telah memohon kepada setiap orang. "Demi aku yang
hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang
fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya
supaya Ia hidup" Yehezkiel 33:11 33:11. Salib menyatakan betapa besar Allah
ingin menyelamatkan mereka dari kejatuhan dosa. Pada saat Yesus menangis di
salib, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat." Dia menanggung beban hati yang sangat berat (Lukas 23:34). Segera
setelah itu nyawa Yesus terputus, dan beberapa orang percaya bahwa Ia mati karena
kepedihan hatiNya (Yohanes 19:30, 34). Tetapi walaupun dengan pernyataan kasih
yang tak terkira ini, sebagian orang tetap tidak mau berpaling kembali kepada
Yesus. Dan selama dosa menguasai dunia, hal itu akan terus menambah kesengsaraan
manusia. Maka, dosa harus dimusnahkan. Bagaimana Allah akan mengakhiri dosa?
"Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan
binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi
dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap" 2 Petrus 3:10. Tuhan
pada akhirnya harus membersihkan dunia ini dari kejahatan dan mengakhiri dosa.
Barangsiapa bertahan dalam dosa pada akhirnya akan dibinasakan oleh api yang
telah disiapkan untuk menghanguskan Setan, para malaikatnya, dan orang-orang
jahat dari dunia. Betapa sedih hati Yesus saat Ia melihat api menghanguskan
orang-orang yang bagi mereka Ia telah menyerahkan diriNya.
2. DI MANA DAN KAPAN NERAKA ITU MULAI MENYALA?
Bertentangan dengan pandangan umum, Allah tidak memiliki tempat menyala yang
dinamakan neraka itu sekarang, di mana para orang berdosa akan mati. Neraka
dimulai ketika bumi ini diubah menjadi lautan api. Allah menunggu untuk mengeluarkan
perintah bagi orang-orang jahat itu sampai akhir penghakiman di akhir masa 1000
tahun itu (Wahyu 20:9-15). "Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh
dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada HARI
PENGHAKIMAN" 2 Petrus 2:9, Ia juga membersihkan dunia ini dengan api yang
menyucikan itu "Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang
terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang
fasik." 2 Petrus 3:7. Allah tidak pernah merencanakan untuk mengakhiri
makhluk hidup dengan api neraka. Tetapi ketika manusia menolak untuk melepaskan
dirinya dari Setan dan berpegang pada dosanya, mereka pada akhirnya harus menerima
konsekuensi dari pilihan-pilihan yang mereka ambil. "Dan Ia akan berkata
juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya, "Enyahlah dari hadapanKu, hai
kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia
untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya" Matius 25:41. Menurut Yesus, kapankah
neraka itu dimulai?
"Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar ke dalam api, demikian
juga pada akhir jaman, Anak manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka
akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan
kejahatan dari dalam kerajaanNya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api:
di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi" Matius13:40-42. Lalang
itu, dan pembuat kejahatan, tidak akan dibakar sampai akhir dunia tiba. Dan
sebelum hal ini dijalankan, seluruh dunia terlebih dahulu diyakinkan bahwa Tuhan
adil dalam segala hal. Seperti dijelaskan dalam Panduan 22, pada pertarungan
besar antara Kristus dan Setan, Setan mencoba untuk membuktikan kepada dunia
bahwa jalan dosa adalah jalan yang lebih baik; Yesus menunjukkan bahwa ketaatan
adalah kunci kepada kehidupan yang lebih memuaskan. Pada akhir masa 1000 tahun,
pertunjukan ini akan berakhir dengan hukuman bagi Setan, malaikat-malaikatnya,
dan para pengikutnya. Setelah Buku Besar catatan kehidupan dibuka yang menyatakan
hal-hal yang telah dilakukan setiap manusia dalam drama besar kehidupan, Tuhan
akan melemparkan Setan, kematian, bersama dengan semua orang yang namanya"
tidak ditemukan dalam buku kehidupan . . . . ke dalam dapur api" (Wahyu
20:14-15). Menurut ayat selanjutnya, Wahyu 21:1, setelah Tuhan membersihkan
bumi dari dosa dengan api, Ia akan menciptakan "surga dan bumi yang baru".
3. BERAPA LAMA NERAKA ITU TERBAKAR?
Sebagian orang percaya bahwa api kekal itu akan bertahan untuk selama-lamanya,
yang berakibat pada penyiksaan kekal. Mari kita melihat ayat di mana Tuhan Allah
menggambarkan tindakanNya terhadap dosa itu sendiri dan terhadap orang berdosa.
"Ia akan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal
Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani
hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan
kekuatanNya." 2 Tesalonika 1:8, 9. Perhatikanlah bahwa "kebinasaan
selama-lamanya" tidaklah sama dengan "penyiksaan selama-lamanya"
Secara sederhana, artinya adalah, kebinasaan selamanya. Dan akibatnya adalah
kematian kekal. Petrus membicarakan hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang
fasik (2 Petrus 3:7). Yesus mengatakan, baik "jiwa maupun tubuh mereka"
akan dihanguskan di neraka (Matius 10:28). Dalam khotbahNya di atas bukit, Yesus
membicarakan tentang pintu yang sempit yang menuntun kepada kehidupan, dan jalan
lebar yang menuntun pada kebinasaan (Matius 7:13,14). Dalam Yohanes 3:16 Yesus
menerangkan bahwa Tuhan Allah "memberikan anakNya yang kekasih agar setiap
manusia yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal"
Yesus mempertentangkan dua hal: kehidupan yang kekal dan kematian yang kekal,
bukan pembakaran yang kekal. Kita dapat menyimpulkan bahwa neraka pasti akan
berakhir, yang berakibat kematian dan kehancuran orang-orang jahat. Pernyatan-pernyataan
jelas melalui ayat-ayat mengatakan kepada kita bahwa orang-orang jahat dibinasakan:
"tetapi orang fasik akan dilenyapkan" (Mazmur 37:28), mereka "akan
binasa" (2 Petrus 2:12), "mereka habis lenyap bagai asap" (Mazmur
37:20). Api akan menghanguskan mereka menjadi abu (Maleakhi 4:1-3). " Sebab
upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus
Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23). Tujuan dari hukuman akhir api neraka adalah untuk
membersihkan dunia dari dosa, tidak untuk memelihara dosa selamanya. Sangatlah
sulit membayangkan Kristus yang meratapi kekeraskepalaan Yerusalem dan memafkan
mereka yang membawaNya kepada kematian, akan dapat menghabiskan waktu selama-lamanya
untuk menyaksikan penderitaan dari orang-orang yang terhukum. Neraka pasti akan
berakhir. Pada penutupan masa 1000 tahun, Allah akan menurunkan api dari langit
untuk membinasakan Iblis, malaikat-malaikatnya, dan orang jahat yang tetap bertahan
dalam dosanya "tetapi dari langit, turunlah api menghanguskan mereka"
(Wahyu 20:9). Menurut Yesus, api itu "tak terpadamkan" (Matthew 3:12).
Tidak ada pemadam kebakaran apapun yang dapat memadamkannya sampai pekerjaan
api itu selesai. Tuhan Allah berjanji bahwa, setelah api yang menyucikan itu,
Ia akan menciptakan "suatu bumi baru" dan "langit yang baru"
di mana "hal-hal yang dahulu tidak diingat lagi" dan "suara ratapan
dan air mata tak akan terdengar lagi di sana" (Yesaya 65:16-19). Betapa
suatu hari yang kita tunggu! Semua penyebab kepedihan hati akan dimusnahkan.
Tuhan Allah akan menghapus dosa dunia dari setiap hari, dan kebahagiaan kita
akan sempurna.
4. PENGERTIAN "KEKAL" DI DALAM ALKITAB
Dalam Matius 25:41 Yesus membicarakan "api kekal" yang telah disediakan
untuk "Iblis dan malaikat-malaikatnya". Apakah "kekal" di
sini berarti selamanya? Yudas 1:7 menggambarkan Sodom dan Gomora "sebagai
contoh dari mereka yang akan menderita akibat menanggung siksaan api kekal".
Jelas bahwa kota-kota itu sudah tidak lagi terbakar saat ini. Tetapi api yang
KEKAL pada saat itu adalah dalam arti bahwa api itu telah menyebabkan kerusakan
tetap. Di dalam 2 Petrus 2:6 sekali lagi kita membaca tentang api kekal. Tetapi
ayat ini dengan jelas menyebutkan bahwa Tuhan "membinasakan kota Sodom
dan Gomora dengan api dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu
peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian". Orang-orang
fasik di Sodom dan Gomora tidak lagi dalam penderitaan, mereka telah menjadi
abu sejak lama. Tetapi api yang membakar mereka itu "kekal" dalam
arti bahwa api itu telah menyebabkan kerusakan tetap. Kekal berarti hukuman
yang tetap, bukan proses menghukum yang terus menerus. Karena buku Wahyu menggunakan
banyak bahasa-bahasa simbolik dan lambang-lambang yang nyata, beberapa bagiannya
banyak disalahmengertikan. Sebagai contoh, Wahyu 14:11 mengatakan "asap
api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya". Hal ini
kedengarannya seperti penderitaan yang tidak berkesudahan. Tetapi, mari kita
membiarkan Alkitab yang menjawab hal ini Keluaran 21:6 mengatakan bagaimana
seorang budak akan ditindik telinganya oleh tuannya, dan budak itu akan bekerja
pada tuannya untuk seumur hidupnya". Dalam hal ini, "selamanya"
berarti selama budak itu hidup. Yunus, yang menghabiskan hanya tiga hari dan
tiga malam di perut ikan (Matius 12:40), dikatakan berada di sana "selamanya"
(Yunus 2:6). Tidak diragukan lagi tiga hari dalam kegelapan akan terasa seperti
selamanya. Maka kita harus berhati-hati mengartikan bagaimana ayat-ayat dalam
Alkitab menggunakan bahasa-bahasa simbolik. Asap yang naik dari lautan api yang
menyala-nyala adalah contoh nyata yang menggambarkan kerusakan kekal. Wahyu
21:8 mengatakan kepada kita bahwa lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang
itu adalah "kematian yang kedua". Neraka itu akan berakhir. Orang-orang
jahat dimusnahkan; mereka akan dihancurkan.
5. MENGAPA HARUS ADA NERAKA?
Pada mulanya, Tuhan Allah menciptakan dunia yang sempurna. Tetapi dosa datang
dan membawa kerusakan, kebusukan, dan kematian. Jika saudara pulang pada suatu
petang dan menemukan rumah anda telah kotor dan berantakan, apakan anda akan
berdiam diri dan meninggalkannya begitu saja? Tentu saja tidak!. Anda akan menyapu
kotoran dan sampah-sampah, membersihkan tempat itu dari atas sampai ke bawah,
membuang semua perabot yang tidak dapat dipakai lagi. Dia akan berusaha membuang
sampah dan polusi dari dosa di dunia sekali dan untuk semuanya, menciptakan
bumi baru di tempat itu. Tujuan Tuhan membuat dunia ini dimurnikan oleh api
itu adalah untuk menyiapkan suatu dunia sempurna tempat mereka yang diselamatkan
dapat hidup. Tetapi Tuhan Allah menghadapi masalah serius karena dosa tidak
hanya merusakkan dunia, tetapi juga menginfeksi manusia di dalamnya. Dosa telah
merusakkan hubungan kita dengan Dia dan hubungan kita dengan sesama. Umat manusia
terus menerus dinodai oleh penganiayaan terhadap anak, terorisme, pornografi,
dan ribuan kanker jiwa yang lain. Tuhan Allah, suatu hari nanti, harus menghancurkan
dosa, karena dosa merusakkan manusia. Dilema Allah adalah: bagaimana melenyapkan
virus dosa yang mematikan dari dunia tanpa merusak manusia yang telah terinfeksi
yang di dalamnya? Solusinya adalah dengan mengambil virus itu ke dalam dirinya
sendiri, mengijinkan kanker dosa itu menghancurkan diriNya di atas kayu salib.
Dan sebagai hasilnya "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia
dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita and menyucikan kita dari
segala kejahatan" 1 Yohanes 1:9. Tuhan menawarkan pemecahan untuk semua
masalah dosa secara cuma-cuma kepada setiap orang. Tetapi fakta yang menyedihkan
adalah, beberapa orang tetap memilih untuk tinggal dalam kerusakan akibat dosa
itu. Dan Allah tidak dapat memaksa manusia untuk mengikuti jalan kehidupan kekalNya.
Barangsiapa menolak solusiNya pada akhirnya akan dihancurkan oleh penyakit itu.
Alasan sesungguhnya tentang neraka adalah: "Oleh karena ketika Aku memanggil,
kamu tidak menjawab. Ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu
melakukan apa yang jahat di mataKu dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan
kepadaKu." Yesaya 65:12. Dengan memisahkan diri dari Yesus dalam membuat
pilihan mereka sendiri, orang-orang jahat akan mendapatkan satu-satunya pilihan,
yaitu kematian kekal.
6. BERAPA HARGA UNTUK MENJADI TERSESAT?
Sekalipun tidak mengatakan bahwa api neraka akan menyebabkan penderitaan yang
tidak berkesudahan, Alkitab memberikan pemandangan tentang pengalaman mengerikan
dengan menjadi berdosa. Orang berdosa akan kehilangan kesempatan hidup yang
kekal. Betapa mengerikan menyadari kebahagiaan hidup yang kekal bersama Tuhan
berlalu dari tangan mereka, dan mereka tidak akan pernah dapat merasakan indahnya
hubungan yang penuh kasih dan sempurna sepanjang masa. Saat Kristus digantung
di atas kayu salib dengan dosa seluruh dunia yang memisahkanNya dengan BapaNya,
Ia merasakan kesedihan yang amat sangat dari perasaan kehilangan yang abadi.
Sebagaimana orang-orang jahat melihat kehampaan di depan mereka, mereka juga
hanya dapat melihat kebinasaan kekal. Mereka harus mati tanpa harapan akan kebangkitan
yang kedua kali. Pada saat yang sama mereka melihat bagaimana mereka telah menolak
Kristus dari waktu ke waktu saat Ia datang dengan kasih yang tak berkeputusan.
Pada akhirnya mereka bersujud dan mengakui keadilan Allah dan kasihNya (Filipi
2:10, 11). Tidak mengherankan jikalau para penulis Alkitab menekankan kepada
kita tentang hak pilih kita dan ajakan dari Kristus. Kami mengajak saudara untuk
tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah ini. Sebagaimana Ia katakan" Pada
waktu aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan,
Aku akan menolong engkau. Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu;
sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan itu". 2 Korintus 6:1-2.
Saya tidak dapat memikirkan suatu tragedi yang lebih besar daripada seseorang
yang menyia-nyiakan pengorbanan tak terkira dari Yesus ini dengan memilih untuk
menjadi tersesat. Alternatif-alternatif yang ada di hadapan kita telah sangat
jelas: kehancuran abadi, pemisahan abadi dari Allah, atau persahabatan abadi
dengan Kristus yang memenuhi semua kebutuhan terdalam kita. Apakah yang anda
pilih? Mengapa anda tidak meletakkan nasib anda di dalam Kristus hari ini?
Hak cipta _ 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053
Lembar Jawaban
|