Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 7/3/2008

Salam dalam Kasih Kristus,

Kami berada di satu konferensi pekabaran 1888 di Pacific Union Colleget di Kalifornia utara, jadi mohon bersabar bila Anda tidak menerima “Dial Daily Bread” setiap hari. Terima kasih. -- Staf DDB.

Yang kedua dari “Sepuluh Kebenaran yang Menjadikan Pekabaran 1888 Unik” adalah wahyu dari pelayanan Kristus sebagai Imam Besar di kaabah-Nya di sorga.

Dia sedang bekerja 24 jam sehari tujuh hari seminggu dalam satu pekerjaan khusus yang menyangkut setiap orang di dunia ini. Dia sedang menarik “semua manusia” kepada pertobatan.

Ini nyata di dalam Roma 2:4: “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”

Ada seorang wanita yang pergi ke gereja setiap Sabat dan setiap kumpulan doa, meminta gereja untuk berdoa bagi suaminya yang bukan seorang pemelihara Sabat juga dia belum bertobat.

Kemudian satu hari Sabat pagi dia turun sebelum makan pagi berpakaian jasnya yang paling bagus, gantinya pergi bekerja. Sang istri terkejut.

“Apa artinya ini, sayang?” dia bertanya. “Saya hendak pergi ke gereja bersama denganmu dan anak-anak!”

“Tetapi sayang, bila engkau kehilangan pekerjaan karena Sabat, bagaimana kita akan membayar mobil, dan rumah, dan liburan kita?”

Sang suami berhenti di tengah-tengah tangga; tanpa mengucapkan sepatah kata, naik kembali dan mengenakan pakaian kerjanya, dan itulah akhirnya. Semua ini sementara Roh Kudus telah memimpin dia kepada pertobatan; tetapi sekarang sang istri-lah yang membuyarkannya dengan ketidakpercayaan.

Yesus menjanjikan kepada kita, “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22). Hati yang tidak percaya berada “dalam perseteruan” dengan Allah bahkan sebelum kita berdoa.

Bila Tuhan menghendaki, lebih lanjut besok.

Dari Dial Daily Bread 2 Juli 2008
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 
Webmaster